- Unknown
-
Senin, 08 Desember 2014 -
0 Comments
Di musim penghujan seperti saat ini, menjemur pakaian banyak yang dikerjakan didalam rumah. Walau sekian, nyatanya ada bahaya kesehatan yang mengintai dari rutinitas itu.
Masalah kesehatan bisa jadi serius terlebih pada orang yang system kekebalan badannya lemah atau mempunyai asma cukup kronis. Pakaian yang dijemur itu bisa tingkatkan kelembapan dalam ruang meraih 30 %. Hawa yang lembab menyebabkan perkembangbiakan spora jamur, satu diantaranya Aspergillus Fumigatus.
Beberapa pakar cemas jamur aspergillus yang bisa mengakibatkan infeksi pada paru-paru itu berkembang biak sangatlah banyak di hawa lembab.
Profesor David Denning serta timnya dari National Aspergillosis Centre di Manchester sudah keluarkan peringatan sesudah menyembuhkan makin banyak pasien yang hirup hawa yang dipenuhi jamur Aspergillus.
Denning menjelaskan, pakaian basah mengandung hampir dua liter air yang dilepaskan ke dalam ruangan. Kebanyakan orang memang bisa kebal terhadap jamur yang tumbuh dalam kondisi lembab atau tubuhnya dapat melawan infeksi. Namun, tidak demikian bagi orang yang memiliki asma dan sistem kekebalan tubunya lemah. "Pada penderita asma bisa batuk-batuk dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah seperti pasien kanker yang menjalani kemoterapi, pasien AIDS dan orang yang memiliki penyakit auto imun, bisa terkena aspergillosisoo paru," terang Denning.
Denning menyarankan agar pakaian basah dikeringkan di luar rumah atau gunakan mesin pengering. Jika terpaksa harus di dalam ruangan, pilihlah yang jauh dari kamar tidur dan ruang tamu.
Sebagai contoh, seorang warga bernama Mather (43) didiagnosis aspergillosis paru. Mather sering batuk dan berkeringat di malam hari ketika mengeringkan pakaian dalam rumah. Ia akhirnya harus meminum obat untuk mencegah infeksi jamur tersebut.
"Dokter mengatakan kepada saya bahwa hal itu bisa membuat kondisi saya menjadi lebih buruk. Akhirnya selama 12 bulan terakhir saya tidak keringkan pakaian di dalam ruangan dan saya melihat peningkatan yang cukup baik terhadap kesehatan saya," kata Mather.
Jamur Aspergillus sampai kini di ketahui bisa mengganggu tenggorokan, mengakibatkan sinus, menbahayakan paru-paru, sampai mengakibatkan batuk darah.
Lifestyle
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar: